Selasa, 29 September 2015

Pangeran Surga

by : Febrianti Almeera

“Kita tidak akan pernah benar-benar kehilangan apapun, selama masih punya Allah.” 

     Kehidupan kita bukanlah hak kita, melainkan karunia dari-Nya. Kita hidup karena Allah yang hidupkan, dan suatu saat nanti akan mati, juga karena Allah yang matikan. Berikut segala kejadian yang hadir di antara hidup dan mati kita, itu pun karena Allah yang berkehendak.
Kita ini manusia.. diciptakan, disempurnakan, diberi rizki, dituntun. Tidak ada satu pun kuasa kita terhadap kehidupan kita sendiri. Semuanya adalah kuasa Allah. Lahaulla walaa quwwata ilabillah. Tiada daya dan upaya, melainkan atas seizin-Nya. Tidak ada satu pun kekuasaan kita terhadap takdir kehidupan.
    Kita bisa saja memiliki keinginan, tetapi Allah juga memiliki kehendak. Dan sekuat apapun keinginan kita tersebut, tetap saja yang akan terjadi adalah kehendak Allah. Apabila kehendak-Nya itu sesuai dengan keinginan kita, itu adalah bonus.
     Jangan minta pada-Nya untuk memperkecil skala hambatan dan kesulitan, tapi mintalah pada-Nya untuk memperbesar skala kekuatan dan kemampuan. Karena sebetulnya, bukanlah besar masalah yang membuat kita terhimpit, tapi kelapangan hati dan kapasitas diri yang tidak bertumbuh.
     Akan ada orang-orang yang sengaja Allah hadirkan ke dalam kehidupan kita, untuk kemudian pergi lagi. Dalam kacamata manusia, barangkali itu tampak sebagai sebuah pengkhianatan. Akhirnya kita merasa disakiti atau didzalimi. Padahal.. menyalahkan orang lain atas duka yang menimpa diri kita itu hanya akan lebih memperdalam duka kita tersebut.
     Cukuplah menyalah-nyalahkan diri sendiri yang tidak mampu, menyalah-nyalahkan orang lain yang tidak mengerti, ataupun menyalah-nyalahkan keadaan yang tidak berpihak. Tidak semuanya yang berkelibat di dalam pikiran kita itu benar adanya. Bisa jadi itu hanyalah reka-rekaan kita saja, yang semakin menguat karena kita fokus terhadapnya, jadilah seakan-akan seperti sebuah kenyataan. Padahal tidak seperti itu.
      Kita tidak akan tahu rasanya manis, bila kita tidak pernah mencicipi rasa pahit. Kita tidak akan tahu nikmatnya bangkit, bila kita tidak pernah merasakan jatuh. Dan kita tidak akan tahu nilai keindahan sebuah iman, bila kita tidak pernah diuji.
Betapa indah skenario buatan Allah. Tidak ada satu hal pun yang berujung duka, bila kita percaya bahwa Allah selalu menghendaki kemudahan bagi hamba-Nya, dan menghindarkan kesukaran terhadapnya.


Lirik Lagu :

Apabila dia sudah berkehendak, siapa yang bisa menolak?
Apabila dia sudah mengizinkan, siapa yang bisa menahan?
Mengikhaskan bukan sekedar melepas
Mengikhlaskan berarti menyerahkan segala keputusan dan menerimanya dengan penuh kesadaran


Di dalam hatiku tertulis harapan terindah..

Yang selalu ku pinta lirih dalam doaku..

Kau mungkin rahasia, ku nanti dalam ketaatan..

Ku pantaskan diriku, di hadap-Nya..

Berharap penuh keikhlasan..

Kau menjadi pangeran surgaku..

Kita merajut mimpi dalam pernikahan suci, kabulkanlaaah..

Ku yakin namamu ada dalam masa depanku..

Ku uji kesabaranku melangkah..

Kau mungkin rahasia, ku nanti dalam ketaatan..

Ku pantaskan diriku, di hadap-Nya..

Berharap penuh keikhlasan..

Kau menjadi pangeran surgaku..

Kita merajut mimpi dalam pernikahan suci, kabulkanlaaah..



Sumber :
https://www.youtube.com/watch?v=Yf-gQsx6fFU
http://kreatifkanaku.blogspot.co.id/2014/02/pangeran-surga-febrianti-almeera.html
https://febriantialmeera.wordpress.com/2013/01/09/dipersiapkan-lebih-kuat-oleh-ny/


0 komentar:

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes Powered by Blogger | DSW printable coupons